Rabu, 06 Agustus 2014

Bergo Syar'i nya Ka Oki Setiana dewi ^^

Pengharapan~



Aku jatuh cinta padamu.
Sebuah cinta yang hangat diantara dinginnya batinku.
Aku berharap… bisa melupakanmu barang satu detik saja…
Namun, wajahnmu selalu saja merasuk dan bersemayam di pikiranku.
Duhai al-akh… aku tiba-tiba selalu merindukanmu.. 
Hingga… Kau hadir dalam selimut mimpiku.

Aku…akui… aku sungguh berbeda.
Sebuah rasa yang beda.
Yang baru kujumpai.
Dan rasa itu berlabuh padamu.
Entah mengapa… harus padamu.

Aku jatuh cinta padamu…
Sebuah cinta yang merdu ditengah sumbangnya hatiku.
Diantara hempasan angin, aku berharap akan dirimu… pertemuan denganmu…juga kasihmu.
Duhai al-akh… aku akui… aku… begitu menyayangimu…
Sebuah rasa sayang yang besar hingga tak mampu kuukir dalam untaian kata. 

Ada sebuah perasaan yang kini bernyanyi riang di jiwaku.
Bersenandung… tertawa dan tersenyum dengan indah.
Dan… tahukah duhai al-akh… Kaulah yang mengisi hatiku.
Menguasai jiwaku dan merenggut sukmaku. 

Aku jatuh cinta padamu… Sebuah cinta yang berbeda…
Ditengah sepinya air mataku.
Kau hadir bagaikan bunga indah yang mewangi dalam mimpi.
Membantuku… dan mewarnai sanubariku. 

Duhai al-akh… Aku entah mengapa… merindukanmu.
Sangat merindukanmu… Jika kau halal bagiku, ingin sekali kumuliakan dirimu dalam cintaku.
Jika kau berhak untukku, ingin kubawa kau terbang bersama hempasan angin kasihku.
Namun… Duhai al-akh… Aku tak bisa berbuat banyak untuk cinta ini… 

Aku malu..
Aku takut… Pada Rabbku… Pada Rabbmu… 
Mungkin, hanya takdirlah yang akan mempersatukan kita.
Dan, entah kapan… Takdir akan mempertautkan kita dalam ikatan yang halal.
Atau… Takdir tak akan pernah menyatukan kita? Aku tak pernah mengetahuinya… 

Bahkan, aku pun tak pernah mengetahui isi hatimu.
Aku ingin… Kaulah yang menjadi cintaku. Dan, sejujurnya… Engkaulah cinta pertamaku.
Duhai al-akh… Aku jatuh cinta padamu.
Sebuah cinta yang menyejukkan diantara gersangnya gurun pikirku.
Buah kebaikanmu hadir dan bertemaram dalam liukan hariku. 

Aku…benar-benar mencintaimu.
Sebuah cinta… yang entah mengapa begitu istimewa…
Aku selalu berharap… Kau adalah takdirku. 

Aku… Kini… Tak bisa berbuat banyak…
Namun, hanya satu hal yang harus kau ketahui…duhai al-akh…
Bahwa…
“Aku mencintaimu.”

Jumat, 07 Maret 2014

Mengapa wajib menutup aurat?


Yuk berhijab ^^
Pertanyaan ini sangat penting namun jawabannya justru jauh lebih penting. Satu pertanyaan yang membutuhkan jawaban yang cukup panjang. Jilbab atau hijab merupakan satu hal yang telah diperintahkan oleh Sang Pembuat syariat. Sebagai syariat yang memiliki konsekwensi jauh ke depan, menyangkut kebahagiaan dan kemashlahatan hidup di dunia dan akhirat. Jadi, persoalan jilbab bukan hanya persoalan adat ataupun mode fashion Jilbab adalah busana universal yang harus dikenakan oleh wanita yang telah mengikrarkan keimanannya. Tak perduli apakah ia muslimah Arab, Indonesia, Eropa ataupun Cina. Karena perintah mengenakan hijab ini berlaku umum bagi segenap muslimah yang ada di setiap penjuru bumi. Berikut kami ulas sebagian jawaban dari pertanyaan di atas:

Pertama :
Sebagai bentuk ketaatan kepada Allah dan RasulNya.Ketaatan merupakan sumber kebahagian dan kesuksesan besar di dunia dan akherat. Seseorang tidak akan merasakan manisnya iman manakala ia enggan merealisasikan,mengaplikasikan serta melaksanakan segenap perintah Allah dan Rasul-Nya. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman.

"Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar". [Al Ahzab:71]

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

ذَاقَ طَعْمَ الإِيماَنِ مَنْ رَضِيَ بالله رَباًّ وَبالإسْلامِ دِيْناً وَبِمُحَمَّدٍ رَسُوْلًا.
"Sungguh akan merasakan manisnya iman, seseorang yang telah rela Allah sebagaiRabb, Islam sebagai agama, dan Muhammad sebagai Rasul utusan Allah". [HR Muslim].

Kedua :
Pamer aurat dan keindahan tubuh merupakan bentuk maksiat yang mendatangkan murka Allah dan RasulNya.Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman.

"Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan RasulNya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata". [Al Ahzab:36].

Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

كُلُّ أُمَّتِي مُعَافىً إلاَّ المُجَاهِرُن.
"Setiap umatku (yang bersalah) akan dimaafkan, kecuali orang yang secara terang-terangan (berbuat maksiat)". [Muttafaqun alaih].Sementara wanita yang pamer aurat dan keindahan tubuh sama artinya dia telah berani menampakkan kemaksiatan secara terang-terangan.


Ketiga :
Sesungguhnya Allah memerintahkan hijab untuk meredam berbagai macam fitnah (kerusakan) Jika berbagai macam fitnah redup dan lenyap, maka masyarakat yang dihuni oleh kaum wanita berhijab akan lebih aman dan selamat dari fitnah. Sebaliknya, masyarakat yang dihuni oleh wanita yang gemar bertabarruj (berdandan seronok), pamer aurat dan keindahan tubuh, sangatlah rentan terhadap ancaman berbagai fitnah dan pelecehan seksual serta gejolak syahwat yang membawa malapetaka dan kehancuran yang sangat besar. Jasad yang bugil jelas akan memancing perhatian dan pandangan berbisa. Itulah tahapan pertama bagi penghancuran dan pengrusakan moral dan peradaban sebuah masyarakat.


Keempat :
Tidak berhijab dan pamer perhiasan akan mengundang fitnah bagi laki-laki.Seorang wanita apabila memamerkan bentuk tubuh dan perhiasannya di hadapan laki-laki non mahram, jelas akan mengundang perhatian kaum laki-laki hidung belang dan serigala berbulu domba. Jika ada kesempatan mereka pasti akan memangsa dengan ganas laksana singa sedang kelaparan.

Seorang penyair berkata,

"Berawal dari pandangan lalu senyuman kemudian salam disusul pembicaraan lalu berakhir dengan janji dan pertemuan".

Kelima :

Seorang wanita muslimah yang menjaga hijab, secara tidak langsung ia berkata kepada semua kaum laki-laki,

“Tundukkanlah pandanganmu, aku bukan milikmu dan kamu juga bukan milikku. Aku hanya milik orang yang dihalalkan Allah bagiku. Aku orang merdeka yang tidak terikat dengan siapapun dan aku tidak tertarik dengan siapapun karena aku lebih tinggi dan jauh lebih terhormat dibanding mereka.”

Adapun wanita yang bertabarruj atau pamer aurat dan menampakkan keindahan tubuh di depan kaum laki-laki hidung belang, secara tidak langsung ia berkata,

“Silahkan anda menikmati keindahan tubuhku dan kecantikan wajahku.
Adakah orang yang mau mendekatiku?Adakah orang yang mau memandangku? Adakah orang yang mau memberi senyuman kepadaku? Ataukah ada orang yang berseloroh,“Aduhai betapa cantiknya dia?”.

Mereka berebut menikmati keindahan tubuhnya dan kecantikan wajahnya hingga mereka pun terfitnah. Manakah di antara dua wanita di atas yang lebih merdeka? Jelas, wanita yang berhijab secara sempurna akan memaksa setiap lelaki untuk menundukkan pandangan mereka dan bersikap hormat ketika melihatnya, hingga mereka menyimpulkan bahwa dia adalah wanita merdeka, bebas dan sejati.

Oleh karena itu, Allah Subhanahu wa Ta'ala menjelaskan hikmah di balik perintah mengenakan hijab dengan firmanNya.

"Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Pengasih". [Al Ahzab : 59]

Wanita yang menampakkan aurat dan keindahan tubuh serta kecantikan parasnya, laksana pengemis yang merengek-rengek untuk dikasihani. Tanpa sadar mereka rela menjadi mangsa kaum laki-laki bejat dan rusak. Dia menjadi wanita terhina, terbuang, murahan dan kehilangan harga diri dan kesucian. Dan dia telah menjerumuskan dirinya dalam kehancuran dan malapetaka hidup.


SYARAT-SYARAT HIJAB

Hijab sebagai bagian dari syariat islam, memiliki batasan-batasan jelas. Para ulama pembela agama Allah telah memaparkan dalam tulisan-tulisan mereka seputar kriteria hijab. Setiap mukminah hendaknya memperhatikan batasan syariat berkaitan dengan hijab ini. Menjadikan Kitabullah dan Sunnah NabiNya sebagai dasar rujukan dalam beramal, serta tidak berpegang kepada pendapat-pendapat menyimpang dari para pengekor hawa nafsu. Dengan demikian tujuan disyariatkanya hijab dapat terwujud, bi’aunillah.Diantara syarat-syarat hijab antara lain:

Pertama :

Hendaknya menutup seluruh tubuh dan tidak menampakkan anggota tubuh sedikitpun selain yang dikecualikan. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman."

Dan katakanlah kepada wanita-wanita mukminat, hendaklah mereka menundukkan pandangan mereka dan janganlah menampakkan perhiasan mereka kecuali yang biasa nampak dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dada mereka". [An Nuur:31].

Dan juga firman Allah Subhanahu wa Ta'ala.

"Wahai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin,“Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang". [Al Ahzab : 59].

Kedua :

Hendaknya hijab tidak menarik perhatian pandangan laki-laki bukan mahram. Agar hijab tidak memancing pandangan kaum laki-laki maka harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:-. Hendaknya hijab terbuat dari kain yang tebal tidak menampakkan warna kulit tubuh.-. Hendaknya hijab tersebut longgar dan tidak menampakkan bentuk anggota tubuh.-. Hendaknya hijab tersebut bukan dijadikan sebagai perhiasan bahkan harus memiliki satu warna bukan berbagai warna dan motif.-. Hijab bukan merupakan pakaian kebanggaan dan kesombongan.Berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berikut.

من لبس ثوب شهرة في الدنيا ألبسه الله ثوب مذلة يوم القيامة ثم ألهب فيه النار.
"Barangsiapa yang mengenakan pakaian kesombongan di dunia maka Allah akan mengenakan pakaian kehinaan nanti pada hari kiamat kemudian ia dibakar dalam Neraka”. [HR Abu Daud dan Ibnu Majah, dan hadits ini hasan]-.

Hendaknya hijab tersebut tidak diberi parfum atau wewangian. Dasarnya adalah hadits dari Abu Musa Al Asy’ary Radhiyallahu 'anhu, dia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.


أَيُّماَ امْرَأَةٍ اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ عَليَ قَوْمٍ لِيَجِدوُا رِيْحَهَافهي زَانِيَةٌ.
"Siapapun wanita yang mengenakan wewangian lalu melewati segolongan orang agar mereka mencium baunya, maka ia adalah wanita pezina". [HR Abu Daud, Nasa’i dan Tirmidzi, dan hadits ini Hasan]


Ketiga :

Hendaknya pakaian atau hijab yang dikenakan tidak menyerupai pakaian laki-laki atau pakaian wanita kafir. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ.
"Barangsiapa yang menyerupai kaum maka dia termasuk bagian dari mereka". [HR Ahmad dan Abu Daud]

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mengutuk laki-laki yang mengenakan pakaian wanita serta mengutuk wanita yang berpakaian seperti laki-laki. [HR Abu daud Nasa’i dan Ibnu Majah, dan hadits ini sahih].

Non Muslim Berhijab?


                      Amanda, wanita non-Muslim yang berhijab

Kisah Perempuan Non-Muslim AS yang Memilih Berhijab
REPUBLIKA.CO.ID, SACRAMENTO -- Tak semua warga AS memandang negatif jilbab. Bagi yang bersimpati, banyak tindakan konkret dilakukan. Ada yang mengenakan kampanye jilbab sehari. Ada pula yang ambil bagian dalam kampanye berjilbab.

Dalam kasus Amanda, mungkin ada perspektif baru soal jilbab di AS. Amanda seorang perempuan non-Muslim Amerika yang memilih mengenakan jilbab. Seperti seorang Muslimah, Amanda merasakan apa yang dialami Muslimah. Sepanjang waktu, pandangan negatif seolah tak puas menatap "keanehan" yang menempel pada tubuhnya.

“Saya kenakan jilbab bukan bermaksud mengeksplorasi kehidupan Muslim. Saya telah membuat keputusan permanen guna menutupi wajah dan tangan, dan saya menyukainya,” kata dia seperti dilansir Muslimvillage, Rabu (10/9).

Amanda tinggal di Sacramento, California.  Dia lulusan, universitas of Utah, untuk kajian Internasional dan Arab. Kini, ia tengah mengejar gelar PhD. Dengan pendidikan yang demikian tinggi dan derasnya pemikiran feminisme, sikap Amanda mengejutkan.

“Ketika saya masih muda, saya menemukan jilbab untuk tampil cantik. Sayangnya, banyak mitos tentang jilbab yang membuatku gentar,” kata dia. Ketika kuliah, Amanda mulai berinteraksi dengan teman-teman Arab. Sebagian dari mereka mengenakan jilbab. Secara jujur, ia menyukai tampilan dan menghormati pilihan itu.

“Awalnya memang saya berpikir itu wujud penindasan terhadap perempuan,” kata dia. Pada waktu bersamaan, sejumlah temannya di kampus, mulai membicarakan soal Muslimah berjilbab. Banyak pemikiran negatif yang muncul. Setiap tindakan atau gerak-gerik mereka selalu dipandang negatif.

Ia pun mengalami hal itu ketika semasa mengenyam pendidikan sekolah menengah. Banyak pandangan miring terhadapnya. “Awalnya saya berpikir itu hak mereka. Saya tidak punya kemampuan menghentikan mereka,” kata dia.

Awalnya, Amanda merasa emosi ketika ada seseorang yang menatapnya dengan buruk. Ia merasa tidak nyaman dengan hal itu. Tak banyak yang bisa dilakukan Amanda ketika menghadapi situasi macam itu. Segalanya berubah ketika ia berteman dengan Muslimah berjilbab di sekolah. Kesan yang didapat Amanda sangat positif.

Amanda memandang temannya itu dengan takjub. “Wow, saya ingin terlihat seperti itu,” kata dia. Niatan spontan itu tidak main-main. Ia mulai meneliti jilbab. Ia mencari tahu mengapa Muslimah mengenakan jilbab. Lalu bagimana cara mengenakan jilbab.

Melalui jejaring sosial Youtube, ia banyak mendapat informasi itu. Lagi-lagi, Amanda kagum dengan jilbab. “Semakin saya melihat, semakin saya terkesan. Bagaimana Muslimah berjilbab memancarkan keanggunan. Saya ingin seperti mereka, bahkan saya mulai bermimpi tentang hal itu,” kenangnya.

Satu catatan penting yang didapat Amanda selama meneliti jilbab. Dengan berjilbab, setiap Muslimah mengkontrol tubuhnya dari dunia luar.  Yang jadi pertanyaan Amanda, perempuan AS dipandang rendah ketika mereka tidak berpakaian yang menarik orang lain.

“Tapi saya percaya kalau perempuan tidak perlu mengikuti standar konyol tersebut,” kata dia. Pada titik itu, Amanda kian yakin mengenakan jilbab. Yang menjadi pertimbangan Amanda, bagaimana perasaan umat Islam terhadap keinginan dirinya.

Ia khawatir umat Islam tersinggung dengan niatannya ini. Amanda baru merasa lega ketika umat Islam tidak merasa tersinggung, dan bukan Muslimah saja yang mengenakan jilbab tetapi juga perempuan Yahudi dan Kristen.Setelah yakin, Amanda pun mengenakan jilbab. Meski mulai nyaman, ia masih memikirkan perasaan umat Islam.

Untuk itulah, ia meninggalkan Yordania. Padahal ia tengah kerja magang di sana. Tiba di AS, Amanda merasa bahagia, sambutan masyarakat AS terhadap jilbabnya sangat baik. Tak sedikit yang memuji tindakannya itu.

“Beberapa mengatakan kepada saya, bahwa saya telah menghormati budaya mereka. Ini yang membuat hati saya tenang. Mereka memberiku kekuatan ketika saya harus berhadapan dengan mata yang melotot,” kenang dia.

Memang, selama ia mengenakan jilbab masih ada yang menatapnya dengan buruk. Tapi Amanda begitu siap dengan konsekuensinya. “Yang dapat saya pahami,. Tubuh ini hak saya. Dan saya akan berterima kasih kepada Muslimah yang mengajarkan itu padaku,” kata dia.

*Dari kisah tersebut coba deh perhatikan, masa kita yang bergelar ISLAM MUSLIM/MUSLIMAH lebih memilih mengumbar aurat daripada menutupnya dengan balutan Hijab (khususnya bagi wanita). Yuk mari segerakan berhijab kawan, pelajari lebih dalam lagi tentang tata cara berhijab syar'i ^^